Webinar PPI Sendai: "When East Meets West"

πŸ“… 30 April 2024 | ✍ Kamila Putridifa

Pada tanggal 23 Maret 2024, PPI Sendai kembali mengadakan webinar rutinnya. Kali ini, webinar yang bertajuk β€œWhen East Meet West” mengundang anggota PPI Irlandia untuk mendiskusikan perbandingan antara kehidupan dan sistem perkuliahan di Jepang (khususnya Sendai) dan di Irlandia. Bukan hanya webinar, acara ini juga diselenggarakan pada bulan Ramadhan secara daring dan luring ini juga diiringi dengan buka puasa bersama di Hachiman Community Center.

Peserta webinar antusias mendengarkan diskusi yang berlangsung

Diskusi webinar ini dibuka dengan perkenalan masing-masing organisasi: PPI Sendai memerkenalkan divisi-divisinya, kegiatan budaya, dan program kerja yang sedang berlangsung, misalnya webinar pendidikan seperti acara ini. Begitu juga dengan PPI Irlandia yang juga memperkenalkan organisasi mereka. Walaupun PPI Irlandia merupakan organisasi yang beru terbentuk sekitar tahun 2016, mereka juga memperlihatkan berbagai dokumentasi program kerja mereka seperti webinar, scholarship talk, halal bi halal, dan lain-lain.

Webinar dilanjutkan dengan presentasi dari dua pembicara: Insan Kamil Ghifari dan Zaenatul Nafisah. Ghifari, yang juga merupakan lulusan Program IMAC-U S1 dari Tohoku University, membuka topik dengan membandingkan kehidupan antara Sendai dan Irlandia. Ia membagi perbandingan tersebut berdasarkan beberapa aspek sebagai berikut.

1. Akomodasi

Selama studinya di Sendai, Tohoku University memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk tinggal di asrama universitas selama dua tahun. Sedangkan di Irlandia, meskipun kampus menyediakan akomodasi, kuotanya sangat terbatas sehingga banyak mahasiswa baru yang harus mencari akomodasi sendiri. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa baru Irlandia.

2. Transportasi

Berdasarkan pengalamannya, selama tinggal di Sendai, moda transportasi yang paling umum digunakan adalah motor kecil, subway, bus, sepeda, dan lain-lain. Sedikit berbeda dengan Sendai, di Irlandia, bus dua tingkat sangat umum.

3. Makanan Halal

Ghifari berpendapat bahwa mencari makanan halal di Irlandia terbilang lebih mudah dibandingkan dengan Sendai. Hal ini dikarenakan di Irlandia terdapat lebih banyak restoran halal dan Irlandia sudah lebih dahulu membuka diri pada warga asing dibandingkan Jepang.

4. Program Belajar

Selama masa studinya di Sendai, Ghifari menempuh pendidikan di bawah FGL Program. FGL Program sendiri merupakan penerapan program G30 di Tohoku University. Program G30 diinisiasi oleh pemerintah Jepang untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional dan paparan terhadap dunia luar pada universitas-universitas di Jepang. Di sisi lain, selama masa studinya di Irlandia, Ghifari berada di bawah naungan program EMJMD dengan spesialisasi di sumber energi terbarukan. Program ini merupakan salah satu program S2 terintegrasi Uni Eropa, Erasmus.

Pembicara kedua, Nafisah, melanjutkan tentang pengalamannya selama masa studinya di Irlandia di Universitas Galway. Ia menceritakan suasana kota yang juga diabadikan dalam salah satu lagu penyanyi pop kondang, Ed Sheeran, ini. Menurutnya, kota Galway memiliki cuaca berangin dan dingin. Selain itu, di kota Galway, kebanyakan destinasi wisatanya merupakan wisata alam.

Nafisah yang saat ini menempuh pendidikan dengan fokus penelitian sosial ini juga memaparkan beberapa tradisi dan acara di Irlandia yang kebetulan juga sejalan dengan studinya. Di antaranya adalah banyaknya acara amal seperti Coldvember dan Charity Shopping. Charity Shopping sendiri merupakan kegiatan belanja dengan tujuan amal, dimana hasil keuntungannya akan disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sedangkan Coldvember merupakan acara penggalangan dana untuk amal yang melibatkan mahasiswa Universitas Galway yang berendam di samudra setiap hari sepanjang bulan November.

Demikian artikel mengenai perbandingan antara kehidupan di Sendai dan Irlandia dari PPI Sendai. Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya!